Air Keruh & Distribusi Macet, Fopera Ultimatum DPRD Panggil Direksi Tirta Patriot

Air Keruh & Distribusi Macet, Fopera Ultimatum DPRD Panggil Direksi Tirta Patriot

KOTA BEKASI – Kesabaran warga Kota Bekasi terkait karut-marut pelayanan air bersih akhirnya memuncak. Forum Perjuangan Rakyat (Fopera) Kota Bekasi resmi melayangkan ultimatum keras kepada DPRD Kota Bekasi untuk segera memanggil jajaran Direksi Perumda Tirta Patriot.

Gelombang protes yang tumpah ruah di berbagai platform media sosial—mulai dari TikTok hingga Instagram—menjadi pemicu utama. Masyarakat geram lantaran air yang mengalir ke rumah mereka kerap keruh dan distribusi sering terhenti tanpa pemberitahuan yang jelas. Bagi warga, masalah ini bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan pengabaian terhadap hak dasar mereka.

Fopera mencium ada yang tidak beres dalam manajemen perusahaan plat merah tersebut. Pasalnya, Pemkot Bekasi telah menggelontorkan penyertaan modal fantastis dengan nilai kumulatif mencapai Rp90 miliar selama periode 2023 hingga 2025.

"Publik berhak bertanya, ke mana larinya uang rakyat itu? Besarnya anggaran seharusnya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan. Jika air masih keruh dan distribusi macet, maka efektivitas penggunaan anggaran tersebut patut dipertanyakan!" tegas Koordinator Fopera, Muhamad Imron, Selasa (7/7/2026).

Imron mendesak DPRD Kota Bekasi untuk tidak tutup mata dan segera mengoptimalkan fungsi pengawasan. Fopera bahkan menantang para wakil rakyat untuk berani menggunakan hak interpelasi guna membedah aliran dana penyertaan modal tersebut.

Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan apakah Direksi Tirta Patriot telah menjalankan tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance) atau justru sebaliknya. Jika terbukti ada penyimpangan, Fopera mendesak proses hukum harus segera ditegakkan.

Tak ingin sekadar berwacana, Fopera mengeluarkan ultimatum tegas: 7 x 24 jam bagi DPRD Kota Bekasi untuk memberikan respon konkret dan memanggil pihak Direksi.

Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada langkah nyata dari gedung dewan, Fopera memastikan akan menggerakkan massa untuk menggelar aksi besar-besaran di depan kantor DPRD Kota Bekasi.

"Kami akan terus mengawal ini. Jangan sampai hak masyarakat atas air bersih terus dikorbankan demi manajemen yang tidak becus," pungkas Imron.

***