Momentum Maulid Nabi 1448 H, Tony Eka Chandra Serukan Pentingnya Akhlak & Persatuan di Era Modern
BANDAR LAMPUNG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan. Tokoh masyarakat terkemuka, Tony Eka Chandra, menegaskan bahwa momentum agung ini harus menjadi oase spiritual sekaligus kompas moral untuk menghadapi kompleksitas tantangan zaman modern.
Di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap memicu dekadensi moral, krisis kepercayaan, hingga ancaman terhadap persatuan bangsa, keteladanan Rasulullah SAW dinilai sebagai jawaban mutlak. Sejarah telah membuktikan bahwa Baginda Nabi mengubah peradaban bukan dengan kekuatan pedang, melainkan lewat kelembutan akhlak sebagai Rahmatan lil 'Alamin.
3 Pilar Utama Keteladanan Rasulullah SAW
Dalam pandang Tony Eka Chandra yang di tuangkan dalam tulisannya membedah tiga pilar krusial kepemimpinan dan keteladanan Rasulullah yang sangat relevan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini:
1. Integritas dan Kejujuran Tanpa Kompromi (Siddiq & Amanah)
Gelar Al-Amin yang disematkan kepada Nabi Muhammad SAW jauh sebelum diangkat menjadi rasul membuktikan bahwa integritas adalah harga mati. Di era modern di mana kejujuran terasa langka, keteladanan ini menuntut setiap pemimpin dan abdi negara untuk menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan demi meraih kepercayaan publik.
2. Kepedulian Sosial dan Perlindungan Generasi Muda
Rasulullah dikenal sebagai sosok yang paling peka terhadap penderitaan sesama—mulai dari menyayangi anak yatim hingga menghormati yang tua dan mengasihi yang muda. Tony menekankan bahwa wujud nyata kasih sayang hari ini adalah proaktif membentengi generasi muda dari ancaman narkotika dan pergaulan bebas demi masa depan bangsa.
3. Kebijaksanaan Merajut Kerukunan & Persatuan (Fathonah)
Melalui Piagam Madinah, Rasulullah sukses merajut kemajemukan suku, ras, dan agama. Di tengah masyarakat majemuk saat ini, nilai toleransi dan dialog harus dikedepankan agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan harmoni perekat pembangunan daerah.
Menutup pesannya di hari penuh berkah ini, Tony Eka Chandra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi 1448 H sebagai momentum refleksi agar senantiasa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama (khairunnas anfa'uhum linnas).
"Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H. Mari kita teladani akhlak mulia beliau, semoga kita senantiasa mendapatkan syafaat di yaumil akhir," ujar Tony