Barito Hakim Putra Siap Bawa Kombas Naik Kelas Lewat Digitalisasi
KOTA BEKASI — Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Komunitas Batik Bekasi (Kombas) yang digelar pada Jumat, (26/9/2026). resmi melahirkan babak baru kepengurusan. Dalam forum tertinggi koperasi tersebut, Barito Hakim Putra kembali dipercaya secara aklamasi untuk menakhodai Kombas periode 2026-2031.
Masa jabatan yang kini diperpanjang menjadi lima tahun setelah sebelumnya diemban selama tiga tahun menjadi momentum krusial bagi Kombas untuk melakukan lompatan besar di tengah dinamika industri kreatif modern.
"Kombas adalah wadah ekonomi murni yang berlandaskan prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Kami siap mewadahi seluruh potensi sekaligus merapikan persoalan krusial yang berkembang di lapangan," tegas Barito.
Salah satu sorotan tajam yang mencuat dalam RAT kali ini adalah beberapa anggota mengeluhkan adanya pihak yang menjiplak serta memproduksi Batik Kota Bekasi tanpa adanya komunikasi kepada kombas, komitmen tegas muncul untuk memberantas praktik penjiplakan motif batik secara ilegal. Isu ini mendapat perhatian serius mengingat hak paten motif batik Bekasi secara hukum merupakan milik sah Pemerintah Kota Bekasi, sementara mandat pengelolaannya berada di bawah naungan Kombas sesuai regulasi Peraturan Wali Kota (Perwal).
Senada dengan Barito, Adi Yunsyah atau yang akrab disapa (Monel) selaku Pengawas Kombas menegaskan bahwa pembenahan internal dan eksternal mendesak dilakukan untuk menertibkan oknum-oknum nakal.
Menertibkan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang meraup keuntungan pribadi dengan cara menjiplak motif tanpa izin maupun komunikasi resmi.
Memaksimalkan fungsi koperasi sebagai wadah bersama yang sehat bagi seluruh ekosistem batik, mulai dari perajin, penjahit hingga pedagang.
Memperketat pengawasan terhadap aset intelektual batik khas Bekasi agar kelestariannya tetap terjaga di rumah sendiri.
Tidak hanya berfokus pada penegakan aturan dan penertiban hak cipta, Kombas langsung tancap gas menyusun strategi bisnis berbasis teknologi. Menghadapi era digital yang bergerak cepat, kepengurusan baru bertekad memperkaya khazanah motif batik Kota Bekasi tanpa meninggalkan pakem tradisional yang ada.
Dengan melahirkan tren-tren motif segar yang digandrungi masyarakat luas, Kombas optimis angka penjualan produk lokal akan meroket tajam. Pada gilirannya, peningkatan omzet ini diproyeksikan mampu mendongkrak kesejahteraan finansial seluruh anggota koperasi secara berkelanjutan.