NasDem Turun Gunung di Lamsel: Buktikan Politik Kerja Nyata Lewat Air Bersih

NasDem Turun Gunung di Lamsel: Buktikan Politik Kerja Nyata Lewat Air Bersih

LAMPUNG SELATAN — Sekjen DPP Partai NasDem, Hermawi Franziskus Taslim, menegaskan bahwa kepercayaan rakyat tidak boleh disia-siakan dengan retorika kosong. Penegasan itu disuarakannya secara langsung di hadapan warga Desa Hara Banjarmanis, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran petinggi partai politik nasional tersebut bukan sekadar agenda seremonial belaka. Kehadiran ini menjadi wujud konkret respons cepat atas problem krusial di akar rumput, sekaligus pembuktian bahwa mandat suara rakyat diwujudkan ke dalam fasilitas publik yang berdampak langsung.

Di tengah suasana hangat dan antusiasme warga yang menyambut sumber kehidupan baru berupa fasilitas sumur bor, Hermawi Taslim menyampaikan pesan tegas bahwa politik restorasi harus berorientasi pada aksi nyata.

Bukti Konkret: Bantuan sumur bor di Kalianda merupakan realisasi komitmen lanjutan setelah peninjauan lapangan sebelumnya yang dilakukan bersama jajaran pengurus.

Program infrastruktur air bersih ini diproyeksikan terus berlanjut dengan penambahan kuota titik pembangunan pada tahun anggaran berikutnya demi memperluas cakupan manfaat.

NasDem memegang teguh prinsip untuk memprioritaskan kerja nyata di lapangan ketimbang mengumbar janji manis politik.

Dalam arahannya kepada warga yang memadati lokasi peresmian, Hermawi mengajak masyarakat agar lebih selektif dan rasional dalam menentukan pilihan politik pada masa depan.

"Pilihlah partai yang langsung berbuat, yang nyata, juga memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Bukan janji manis yang tak kunjung tiba, melainkan tangan yang menanggapi kebutuhan, sumur yang mengalirkan air, dan perhatian yang hadir tanpa diminta."

Aksi turun langsung ke lapangan ini sekaligus menegaskan paradigma baru komunikasi politik yang diusung NasDem bahwa dedikasi dan kehadiran di tengah kesulitan rakyat jauh lebih bermakna ketimbang deretan pidato panjang tanpa realisasi.