BUPATI LAMSEL HADIRI TRADISI SEDEKAH BUMI, BERLANGSUNG PECAH DI TENGAH HUJAN
LAMPUNG SELATAN — Guyuran hujan deras yang mengguyur Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, sama sekali tidak menyurutkan api semangat warga, Tradisi sakral Sedekah Bumi atau Paperahan yang telah mengakar kuat selama 206 tahun sejak 1820 resmi digelar dengan kemeriahan luar biasa.
Suasana langsung berubah menjadi lautan antusiasme ketika Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun gunung membersamai warga dari pagi hingga seluruh rangkaian acara tuntas. Kehadiran sang kepala daerah di tengah-tengah masyarakat sukses membakar semangat, menandai dukungan nyata Pemkab terhadap pelestarian budaya lokal warisan leluhur.
Warga dari berbagai kalangan tampak tumpah ruah memadati lokasi. Begitu cuaca cerah kembali, atmosfer perayaan semakin membara. Ritual adat ini menjadi wujud nyata ungkapan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi, rezeki, dan kesehatan.
Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, meluapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati beserta jajaran. Menurutnya, momentum ini menegaskan bahwa tradisi turun-temurun bukan sekadar agenda seremonial belaka, melainkan identitas desa yang wajib dijaga abadi.
Hal senada diungkapkan warga setempat, Nur Astuti, yang mengaku terharu lantaran perayaan di bulan Muharam tahun ini terasa sangat spesial berkat kehadiran sang bupati secara langsung. Kebanggaan serupa juga disuarakan oleh pemuda desa, Agus, yang menilai kehadiran Bupati Egi menjadi suntikan moral kuat bagi generasi muda agar terus merawat warisan leluhur agar tidak lekang oleh zaman.
Masyarakat Desa Sumur Kumbang kini menaruh harapan besar agar sinergi erat dengan Pemkab Lampung Selatan terus terjalin, menjaga agar tradisi agung ini tetap lestari dan menjadi kebanggaan abadi bagi generasi masa depan
(***)