Aksi Nyata Kolaborasi CSR: Bedah Rumah Warga Desa Kecapi Masuki Tahap Eksekusi

Aksi Nyata Kolaborasi CSR: Bedah Rumah Warga Desa Kecapi Masuki Tahap Eksekusi

LAMPUNG SELATAN — Program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang diinisiasi oleh Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Lampung Selatan kembali menunjukkan tajuk progresif. Penyaluran bantuan tahap kedua secara simbolis diserahkan langsung kepada penerima manfaat bernama Sariah, warga Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan krusial ini turut dihadiri secara langsung oleh Kepala Desa Kecapi bersama jajaran aparatur desa setempat, menandai kesiapan penuh perangkat daerah dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur hunian layak huni bagi warga prasejahtera.

Ketua Forum CSR Lampung Selatan, Akbar Bintang, menegaskan bahwa penyaluran kali ini merupakan realisasi bantuan tahap kedua setelah sebelumnya disokong oleh Senaya dan Konferta. Kali ini, dukungan finansial utama mengalir dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

"Tahap pertama dari Senaya dan Konferta, lalu tahap kedua ini dari ASDP. Tahap selanjutnya mudah-mudahan bisa melengkapi target angka yang sudah kita tetapkan, dengan menggandeng Optima Nusa Tujuh serta beberapa perusahaan lain," ujar Akbar di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa skema penanggulangan sosial saat ini mengandalkan sistem kolaborasi aktif agar tidak membebani satu pihak saja. Mengingat kondisi fisik kediaman Sariah yang dinilai sudah sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan, pihak Forum CSR langsung menginstruksikan percepatan pembongkaran bangunan.

Dari sisi pembiayaan, bantuan disalurkan secara bertahap. Pada fase awal, tim menyalurkan hampir Rp4 juta, disusul gelontoran dana tahap kedua sebesar Rp10 juta. Total target estimasi anggaran perbaikan rumah ini dipatok pada angka Rp20 juta.

Akbar juga memberikan catatan terkait jeda waktu penyaluran yang memakan waktu beberapa bulan sejak tahap pertama. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh proses birokrasi internal korporasi, termasuk ASDP yang harus melalui mekanisme pengesahan manajemen tingkat pusat.

Sementara itu, Humas ASDP Pelabuhan Bakauheni, Andi, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaannya merupakan bentuk tanggung jawab sosial mutlak terhadap masyarakat di wilayah operasional pelabuhan.

"Pada dasarnya kami selalu mengupayakan hal-hal yang berdampak langsung bagi masyarakat, apalagi di wilayah ring satu pelabuhan. Melalui kolaborasi bersama Forum CSR Lampung Selatan ini, kami berkomitmen menghadirkan solusi nyata salah satunya lewat program bedah rumah," ungkap Andi.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini telah melalui serangkaian verifikasi data dan informasi yang ketat sesuai regulasi internal perusahaan. Keterlibatan ASDP dalam aksi kemanusiaan semacam ini bukanlah yang pertama kali, melainkan agenda rutin tahunan yang konsisten digalakkan demi menciptakan impact dan keberlanjutan bagi sesama.

Kepala Desa Kecapi, Syarifudin Lana, menyambut antusias progres cepat dari dana bantuan yang kini telah menembus angka di atas 50 persen dari target estimasi.

"Alhamdulillah, seluruh prosedur mulai dari kunjungan awal hingga pembuatan buku rekening atas nama Ibu Sariah sudah klir. Dana donasi tahap kedua sebesar Rp10 juta ini membuat kita punya pegangan kuat untuk segera bergerak mengeksekusi pembangunan," tegas Syarifudin.

Kendati demikian, ia menyebutkan adanya sedikit penyesuaian jadwal di mana pembongkaran rumah kemungkinan akan bergeser mundur satu hari karena tim harus terlebih dahulu memproses pemindahan meteran listrik (KWh) demi faktor keselamatan kerja.

Pemerintah Desa Kecapi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Lampung Selatan, Forum CSR, serta seluruh korporasi mitra yang telah bahu-membahu menuntaskan persoalan rumah tidak layak huni di wilayahnya.

(Ben)