Warga Permata Asri Krisis Air, PDAM TJ Angkat Bicara

Warga Permata Asri Krisis Air, PDAM TJ Angkat Bicara

LAMPUNG SELATAN - Krisis air bersih yang melanda warga Perumahan Permata Asri, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendadak memanas setelah mencuatnya wacana warga yang ingin berbondong-bondong hijrah atau pindah langganan ke PDAM Way Rilau. Menanggapi polemik tersebut, pihak PDAM Tirta Jasa akhirnya angkat bicara melalui sang Kepala Bagian PDAM Tirta Jasa, Khoirudin.

Saat wawancara, KHOIRUDIN menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui terkait usulan pindah langganan pada masa bupati nanang ermanto, Ia menerangkan bahwa dirinya beserta jajaran pejabat struktural yang ada saat ini merupakan orang-orang baru yang baru saja mengemban amanah, sehingga butuh waktu untuk mendalami akar permasalahan di lapangan.

Khoirudin juga angkat bicara soal wacana hijrah langganan yang didengungkan warga. Ia mengingatkan bahwa acuan utama dalam perpindahan layanan tersebut tetap terbentur pada batas wilayah administrasi PDAM yang berbasis per kabupaten.

Menanggapi keluhan warga terkait aliran air yang hanya mengalir 2 hingga 3 hari saja, KHOIRUDIN meluruskan bahwa fenomena seretnya air bersih ini bukan hanya terjadi di wilayah Jati Agung. Bahkan di wilayah Kalianda sekalipun yang secara geografis memiliki sumber aliran air yang lebih memadai, kondisi serupa turut dirasakan akibat hantaman musim kemarau ekstrem El Nino.

Ia memaparkan bahwa fenomena El Nino secara langsung telah memangkas daya gravitasi di Desa Sumur Kumbang, memaksa mereka mengandalkan pasokan dari Desa Canti. Terlebih lagi di kawasan Jati Agung yang sejak awal memang minim sumber aliran air alami.

Secara teknis, Khoirudin merinci bahwa krisis mendadak ini dipicu oleh anjloknya volume air penampungan secara drastis. Dari daya tampung standar sebesar 10 liter dengan kapasitas keluar normal 5 liter, kini penampungan hanya menyisakan 1 hingga 1,5 liter air saja. Kondisi ini membuat pasokan mutlak tidak mencukupi kebutuhan masif masyarakat perumahan.

Kendati demikian, upaya konkret terus digenjot. Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sempat berikhtiar membuat sumur bor di dekat kantor wilayah Jati Agung, namun upaya tersebut menemui jalan buntu akibat sumur kering total tanpa mengeluarkan setetes pun air. Meski sempat gagal, KHOIRUDIN menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dan instansi terkait, bukanlah bentuk pembiaran. 

Saat ini, langkah taktis berupa pembangunan sumur bor baru dengan kapasitas daya tampung yang setara tengah dikebut proses pengerjaannya. Pihak PDAM Tirta Jasa optimistis, begitu proyek sumur bor baru ini rampung sepenuhnya, jeritan dan kegelisahan masyarakat Permata Asri akan segera terjawab tuntas.

(Ben)