Siswi SMAN 1 Kalianda Raih Medali Emas Pada Kompetisi Lampung Student Olymphic 2025
Lampung Selatan – Pada kompetisi Lampung Olymphic (LSO) 2025, Seorang Siswi yang berasal dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kalianda (SMANSAKA) meraih juara 1 pada bidang seni, cabang tutur cerita, ajang perlombaan antar siswa itu bernuansa seni dan olahraga serta dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang tengah memperingati Hari Pendidikan Nasional, sehingga diselenggarakan sejak tanggal 21 Mei dan akan berakhir pada tanggal 19 Oktober 2025
DARMIYATI, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianda, Saat diwawancara mengatakan bahwa Lampung student Olymphic itu suatu kompetisi yang tidak hanya dikhususkan kepada siswa-siswi SMA saja, tapi berikut SD dan SMP Se Provinsi Lampung juga ikut serta pada kompetisi itu
Ia menambahkan kompetisi itu terdapat banyak cabang yang berada pada bidang olahraga dan seni namun anak muridnya hanya mengikuti sebagian cabang dari keseluruhan yang ada, sebab mereka fokus terhadap yang berpotensial
“kita fokus pada SDM yang kita miliki, anak-anak yang berpotensi ke arah sana, untuk yang seni nya kami itu mengirim beberapa cabang, pada bidang seni yaitu Solo song dan tutur cerita, lalu pada bidang olahraga renang dan e-sport, Alhamdulillah para Siswi kita tersebut meraih prestasi, pada cabang tutur cerita kita juara satu, lalu cabang solo song, kita masuk delapan besar, namun untuk murid kita yang ikut e-sport gugur, semoga mereka terus bersemangat dan pantang berputus asa" ujarnya pada Selasa, (16/9/2025)
Darmiyati memberitahu nama-nama murid yang meraih prestasi, yaitu NOVARESA LIYANDA, siswi yang sedang duduk dibangku kelas sepuluh (X), dan KEILA NAZA dikelas dua belas (XII)
Ia menjelaskan, merupakan kali pertama bagi siswi yang bernama NOVARESA LIYANDA mengikuti ajang kompetisi mewakili sekolah yang ia pimpin, dengan penuh rasa syukur saat ia mengetahui muridnya meraih juara dengan mengusung medali emas
Demikian juga dengan KEILA NAZA AMALIA, siswi kelas dua belas (XII), meraih banyak prestasi juga pada kompetisi yang ia ikuti sebelumnya baik pada tingkat kabupaten maupun provinsi, sering ia mengikuti pada cabang seni solo song
Kepala Sekolah SMAN 1 itu juga memaparkan kalau mereka mebentuk sejenis program yakni kelas prioritas, dengan adanya kelas tersebut, akan membagi para muridnya sesuai minat dan bakatnya baik pada bidang akademik maupun non akademik, kalo dibidang akademik itu kita bikin kelas Olimpiade Sains Nasional (OSN), kalau dikelas non akademik ini, bisa di bidang olahraga maupun seni. jelasnya
Mereka masing-masing tadi tergabung dalam bidang seni, kita berupaya semaksimal mungkin sekolah itu memberikan pemerataan, misal seni itu terdapat berapa kelas, kemudian nanti akan ada guru yang melatih, membina, dan membimbing. sehingga pada suatu saat oleh para murid yang tergabung, kita beri kesempatan untuk mengikuti ajang atau kompetisi dengan potensi mereka. sambungnya
Namun, jika kita lihat kedapatan dari mereka belum memungkinkan untuk mengikuti pada tingkat provinsi, kita ikutkan dulu di tingkat kabupaten, tapi tentunya itu akan bergilir, dalam arti bergantian supaya, anak-anak itu tidak hanya satu atau dua orang saja yang tampil, tapi semua anak dikelas itu bisa ikut serta juga meraih prestasi, itu upaya dan harapan dari kami. tegasnya
DARMIYATI juga berharap dukungan dari para orang tua, contohnya seperti, sekolah itu baru bisa mengikut sertakan dua orang murid, sedangkan yang lainnya belum, karna disini terdapat proses seleksi, sehingga yang belum ikut serta jangan juga berputus asa, sebagai orang tua perlu saling mendukung, atau umpama kedapatan dari para orang tua memiliki informasi seputar kompetisi atau perlombaan, namun informasi tersebut kami belum ketahui, lalu ingin ikut sertakan murid tersebut, tentu kami akan izinkan, yang penting anak-anak ini bisa melatih kemampuannya
“supaya para murid juga mengetahui kemampuan diri mereka, dengan sebatas mana mereka latihannya, sehingga harus dibuat kompetisi agar memiliki jiwa dengan penuh semangat untuk meraih kemenangan, jadi dengan sadar sudah sejauh mana kita belajar dan berlatih dengan begitu kita bisa simpulkan bahwa pentingnya untuk lebih semangat lagi melakukan latihan. Begitupun sebaliknya kepada yang meraih juara, selain kita gunakan itu untuk meningkatkan kepercayaan diri, kita perlu tetap menjaga diri dengan terus berlatih juga, karna mempertahankan itu, jauh lebih sulit dari pada meraih”. tegasnya
“Namun, jika anak-anak ini menjadi kaum rebahan seolah tidak termotivasi itu yang agak sulit, karna terkait itu sebagus apapun motivasi yang diberikan dari pihak luar tapi jika tidak ada keingin dari diri kita masing-masing juga akan terasa berat, kemudian problem semacam ini yang perlu kita benahi bersama. harapnya
“Karna sebagai anak-anak pada zaman sekarang ini, kita harus hati-hati betul, misal disekolahnya baik, namun pergaulan diluar juga perlu untuk diperhatikan, itulah pentingnya dukungan dari orang tua karna anak-anak ini kan hanya beberapa jam saja disekolah, sisanya mereka beraktivitas diluar” tuturnya dengan penuh kekhwatiran.
Terakhir saya berharap semoga anak-anak ini dapat berprestasi terus berkelanjutan pada berbagai bidang apapun, yang penting bermanfaat bagi mereka, sehingga dengan mereka meraih prestasi ini dapat melanjutkan ke jenjang perkuliahan bisa berdasarkan talenta hasil prestasi mereka. Tutup Darmiyati
Terpisah, saat wawancara via telephone, Joni iskandar, Humas Panitia Lampung Student Olymphic 2025 mengatakan yaitu terdapat lonjakan daripada siswa sebagai peserta yang mengikuti pada masing-masing cabang melebihi batas, yang artinya siswa yang ikut serta amat banyak
Ia menambahkan bahwa kompetisi ini kali pertama di selenggarakan dan dibuka langsung oleh disdikprovinsi kemudian mensupport untuk menjadi ajang tahunan
“Kami selaku pelaksana tidak menerka-nerka bahwa terdapat banyak potensi dari cabang seni dan olahraga, hingga cabang beladiri, yang ternyata selama ini sangat membutuhkan kompetisi” ujarnya
“Kita melihat bahwa antusias dari masing-masing anak hingga orangtua nya itu sangat luarbiasa, yang artinya dunia seni dan olahraga dilampung ini betul berkembang sehingga mereka membutuhkan wadah dengan melalui kompetisi” sambungnya
“Kita berharap dengan sikap antusias dan semangat tinggi para peserta, pelaksanaan Lampung Student Olymphic (LSO) untuk tahun depan dapat lebih baik lagi. selain agenda pertama, setelah disupport oleh kadisdik, kompetisi ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan” tutupnya