Krakatau Mengamuk, Status Siaga III, Pemkab Lamsel Terbitkan Peringatan Darurat Abu Vulkanik

Krakatau Mengamuk, Status Siaga III, Pemkab Lamsel Terbitkan Peringatan Darurat Abu Vulkanik

LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali menunjukkan taringnya. Erupsi beruntun disertai semburan lava pijar setinggi 400 meter memaksa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengibarkan status kewaspadaan tinggi. Warga pesisir, nelayan, hingga wisatawan kini berada dalam radius siaga penuh setelah aktivitas vulkanik melonjak drastis sejak Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan mutakhir, letusan dahsyat gunung api aktif ini bahkan melontarkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian mencengangkan di atas permukaan laut. Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat sebaran abu menyembur hingga Flight Level (FL) 480 atau setara 14,6 kilometer ke udara, terbawa angin kencang ke arah barat lapisan atmosfer atas.

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa meski aktivitas harian warga di daratan masih terpantau normal dan aman, protokol mitigasi darurat langsung diaktifkan tanpa kompromi. Pemerintah daerah tidak mau kecolongan menghadapi ancaman material vulkanik mematikan. Sabtu (5/9/2026) 

Instruksi tegas langsung dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Seluruh nelayan, warga, dan pelancong dilarang keras mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Zona merah ini mutlak demi menghindari terjangan material pijar dan gas beracun secara langsung.

Selain ancaman radius dekat, bahaya hujan abu vulkanik kini mengintai wilayah sekitar Selat Sunda. Pemkab Lampung Selatan mewajibkan masyarakat mengenakan masker standar dan pelindung mata setiap kali keluar rumah. Debu vulkanik yang tajam berisiko tinggi merusak saluran pernapasan dan kornea mata jika terpapar tanpa proteksi.

Warga juga diinstruksikan segera menutup rapat sumur serta sumber air terbuka di lingkungan masing-masing guna menghindari kontaminasi zat berbahaya dari sisa pembakaran magma.

Meski situasi masih terkendali, mesin birokrasi kebencanaan langsung bergerak cepat. Koordinasi intensif dijalankan nonstop bersama pemerintah kecamatan, desa, hingga Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran. Titik-titik strategis seperti Desa Tangguh Bencana di Rajabasa dan Pulau Sebesi kini siaga penuh mengantisipasi skenario terburuk.

Masyarakat diimbau agar tidak mudah panik, namun tetap waspada serta menutup rapat telinga dari terpaan informasi liar bahkan berita bohong (hoax) yang bersumber dari pihak tak bertanggung jawab. Segala perkembangan resmi terkait aktivitas GAK hanya bersumber dari PVMBG, BMKG, Syahbandar, dan BPBD Lampung Selatan.

Bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat di lapangan, BPBD Lampung Selatan telah membuka akses cepat melalui Call Center siaga darurat di nomor 0823-5892-4600. Tetap tenang, patuhi rambu-rambu evakuasi, dan utamakan keselamatan diri serta keluarga di tengah amukan sang raksasa Selat Sunda