Prosesi Adat Angkon Muaghi Persatukan Marga Balaw dan Marga Suai Umpu di Menggala

Prosesi Adat Angkon Muaghi Persatukan Marga Balaw dan Marga Suai Umpu di Menggala

LAMPUNG — Sebuah peristiwa sakral sekaligus meriah baru saja mengguncang jagat adat Lampung. Acara megah bertajuk "Manjau Balak Cakak Pepadun" resmi digelar, menandai puncak persaudaraan abadi antara Marga Balaw (Buay Kuning) dan Marga Suai Umpu, Menggala. Tidak hanya itu, sorotan utama tertuju pada pengangkatan saudara yang dramatis di antara dua tokoh terpandang

Dalam prosesi yang kental dengan nuansa luhur ini, M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S. Kom., M. M. dari Marga Balaw Buay Kuning, kini resmi mengemban gelar kehormatan PANGERAN PUTRA JAYA. Ami Iswandi disaksikan langsung oleh para pemuka adat dengan penuh khidmat.

Hadir dalam acara tersebut, Ami Mardani, yang menyandang gelar adog Pangeran Bangsawan Marga Balaw Buay Kuning, mendampingi H Isron Fadtricar Balaw Gelar adog Sutan Sri Balaw Putra sebagai tokoh adat Marga Balaw Buay Kuning. 

Ami Mardani memberikan apresiasi luar biasa. Senyum bangga terpancar dari wajahnya saat menyaksikan langsung antusiasme masyarakat dan kekhidmatan ritual yang berlangsung.

"Acara Angkon Muaghi hari ini adalah bukti nyata bahwa nadi tradisi adat Lampung masih berdenyut kencang" seru Pangeran Bangsawan Marga Balaw Buay Kuning. (9/6/2026) 

"Ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan komitmen kita untuk terus melestarikan warisan leluhur. Kami sangat mengapresiasi dan bangga adat kita terus hidup di era modern ini." Pungkasnya

Suasana acara Angkon Muaghi ini benar-benar menghidupkan kembali kejayaan budaya Lampung. Dengan pengangkatan gelar baru ini, persaudaraan Marga Balaw dan Suai Umpu diharapkan semakin erat, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk terus mencintai dan menjaga warisan budaya mereka.

Tak berhenti di ritual adat, rombongan besar Keluarga Marga Balaw Buay Kuning melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pagar Dewa. Di sana, mereka melakukan ziarah ke makam leluhur n legendaris Putri Balaw. Suasana haru dan magis menyelimuti rombongan saat memberikan penghormatan terakhir di makam sosok yang menjadi ikon sejarah Marga Balaw tersebut.

Di sela-sela ziarah, Ami Mardani mengungkap sebuah kisah fenomenal yang menyelimuti sejarah Putri Balaw. Sebuah legenda yang hingga kini masih dipercayai oleh masyarakat luas sebagai keajaiban nyata.

Dikisahkan, saat Putri Balaw hendak dipersunting, sang ibunda memberikan sebuah Cepuk (mangkuk bertutup) dengan pesan khusus: Jangan dibuka sebelum sampai di kedatuan atau kerajaan.

Namun, rasa penasaran sang Putri tak terbendung. Saat menaiki Tangga Raja, ia membuka tutup cepuk tersebut. Seketika, ribuan Ikan Teri Nasi melompat keluar dan jatuh ke dalam sungai di kawasan tersebut.

"Peristiwa itu sangat melegenda. Hingga saat ini, secara ajaib, ikan teri nasi yang sejatinya habitat air laut, justru sering muncul bergerombol di air sungai Pagar Dewa pada waktu-waktu tertentu. Masyarakat lokal mengakui itu adalah 'Seserahan dari Balaw' yang tak masuk akal secara biologi namun nyata secara sejarah," ungkap Ami menceritakan keajaiban tersebut.

Kegiatan hari ini bukan hanya tentang mempererat silaturahmi, namun juga mempertegas identitas Marga Balaw sebagai penjaga sejarah dan kearifan lokal yang melegenda. Tradisi Angkon Muaghi dan ziarah makam Putri Balaw ini menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa Lampung adalah tanah yang kaya akan kehormatan dan keajaiban.

(Ben)