Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi: Penanganan Banjir dan Apresiasi Penegakan Hukum Menjadi Fokus Utama

Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi: Penanganan Banjir dan Apresiasi Penegakan Hukum Menjadi Fokus Utama

KOTA BEKASI – Di bawah langit pagi yang cerah, Pemerintah Kota Bekasi menggelar Apel rutin Senin pagi di halaman Kantor Wali Kota pada Senin (19/01/2026). Momentum ini menjadi krusial karena dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, TRI ADHIANTO, didampingi Wakil Wali Kota, HARRIS BOBIHOE. Kehadiran seluruh jajaran pejabat eselon hingga aparatur sipil negara (ASN) menegaskan kesolidan pemerintah dalam menghadapi tantangan kota di awal tahun.

Darurat Penanganan Banjir: Respons Cepat dan Anggaran Strategis

Fokus utama dalam amanat Wali Kota kali ini adalah evaluasi mendalam terkait bencana banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Tri Adhianto memaparkan pemetaan wilayah terdampak yang mencakup:

·         Kecamatan Rawalumbu

·         Bekasi Utara

·         Duren Jaya

·         Kelurahan Aren Jaya

·         Wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi

Satu hal yang menjadi sorotan serius adalah kembali tergenangnya Kelurahan Aren Jaya. Wilayah ini sebelumnya memiliki catatan positif tanpa banjir selama enam tahun terakhir, namun kini kembali terdampak akibat debit air yang ekstrem.

"Kami menemukan adanya indikasi kebocoran drainase di beberapa titik, salah satunya di Duren Jaya. Arus air yang sangat deras menuntut kita untuk tidak hanya siaga, tapi juga presisi dalam perbaikan infrastruktur," tegas Tri Adhianto.

Sebagai langkah konkret, Wali Kota mengumumkan pengalokasian anggaran sebesar Rp5 miliar. Dana darurat ini akan difokuskan untuk perbaikan teknis, khususnya menambal kebocoran drainase dan normalisasi saluran air di titik-titik rawan yang telah diidentifikasi.

Instruksi Koordinasi Lintas Sektor

Tidak hanya soal infrastruktur, Tri Adhianto menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meninggalkan ego sektoral. Ia meminta adanya:

1.      Pemantauan Lapangan Real-Time: Petugas harus berada di titik rawan saat hujan turun.

2.      Validasi Data: Pendataan ulang titik banjir untuk pemutakhiran peta risiko bencana.

3.      Edukasi Publik: Mengajak masyarakat untuk kembali menggalakkan budaya tidak membuang sampah ke saluran air sebagai benteng pertahanan pertama mencegah luapan.

 

Apresiasi Atas Kolaborasi Hukum

Di sela-sela agenda penanganan bencana, Apel Senin Pagi ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi atas prestasi di bidang administrasi dan hukum. Wali Kota menyerahkan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih atas peran aktif Kejaksaan dalam memberikan Bantuan Hukum Non-Litigasi serta pendampingan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) sepanjang tahun 2025. Pendampingan ini terbukti krusial bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi dalam mengamankan aset dan memastikan kepatuhan hukum pada sektor pendapatan daerah.

Komitmen Pelayanan Publik

Menutup rangkaian apel, Pemerintah Kota Bekasi kembali menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci. Baik dalam menghadapi tantangan alam seperti banjir maupun dalam memperkuat aspek legalitas pemerintahan, sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat adalah pondasi utama untuk memberikan pelayanan publik yang prima dan responsif.