Razia Besar-Besaran di Lapas Kalianda, Petugas Temukan Senjata Tajam Rakitan hingga Gelas Kaca

Razia Besar-Besaran di Lapas Kalianda, Petugas Temukan Senjata Tajam Rakitan hingga Gelas Kaca

LAMPUNG SELATAN – Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kalianda mendadak tegang. Tim gabungan dari BNN, TNI, Polri, dan petugas Lapas menggelar razia besar-besaran atau penggeledahan insidentil guna menyisir barang-barang terlarang di dalam sel tahanan.

Turut hadir para tokoh adat Saibatin, Ormas, LSM di yang berdiri di bumi Khagom Mufakat way handak. pada Jum'at (8/5/2026) 

Meski tidak ditemukan adanya narkoba dan ponsel (HP), petugas justru dibuat geleng-geleng kepala dengan temuan berbagai benda membahayakan yang dimodifikasi menjadi senjata tajam (sajam) oleh para warga binaan. 

Saat konferensi pers, Beni Nurrahman Kalapas Kalianda, didepan para awak media menunjukkan tumpukan barang sitaan yang dianggap sangat rawan memicu kericuhan. Mulai dari gunting, sendok stainless, paku, hingga potongan kaca ditemukan tersembunyi di dalam kamar hunian.

"Gunting ini otomatis kita sita. Mungkin alasannya untuk cukur rambut, tapi di dalam (Lapas) ini tetap bahaya, tidak ada toleransi. Ada juga paku dan besi yang sengaja digosok-gosok sampai runcing untuk dijadikan senjata," tegasnya.

Selain itu, petugas menyita korek api gas yang rawan meledak, gasper, parfum, pewangi ruangan, hingga kartu remi yang biasa digunakan para warga binaan untuk hiburan semata  bukan untuk berjudi

Kondisi memprihatinkan terungkap dalam razia ini. Kalapas membeberkan bahwa Lapas Kalianda saat ini mengalami over kapasitas yang sangat ekstrem.

Kapasitas Normal: 300 orang.

Isi Saat Ini: Lebih dari 750 orang (Napi dan Tahanan).

Kondisi Kamar: Satu kamar yang seharusnya diisi 10 orang, kini dipaksa menampung 20 hingga 30 orang.

"Langkah ke depan, kami akan terus lakukan mutasi ke Lapas lain untuk mengurangi kepadatan, meski tantangannya adalah Lapas lain pun rata-rata sudah penuh," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas membuka diri secara total terhadap pengawasan publik. Ia bahkan memberikan jaminan bahwa ponselnya aktif 24 jam bagi rekan media yang memiliki informasi mengenai praktik ilegal di dalam Lapas.

"Kalau ada narapidana yang ketahuan online, main TikTok, IG, atau medsos lainnya, jika ada informasi soal pungli dan narkoba, tolong sampaikan ke saya. HP saya aktif 24 jam, Kita sepakat, Lapas Kalianda harus bersih dari narkoba dan penipuan via HP" serunya dengan nada bicara lugas.

Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di Lapas Kalianda terus diperketat dengan bantuan patroli sambang dari Polres Lampung Selatan dan personel tetap dari Kodim setempat untuk memastikan kondisi tetap kondusif di tengah keterbatasan fasilitas.

(Ben)