Walimurid Keluhkan Menu MBG, Petugas Dapur Kuripan Tambah Menu Pada Hari Berikutnya
LAMPUNG SELATAN - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kini tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena manfaatnya, melainkan karena dugaan ketidaksesuaian antara menu yang disajikan dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Di sejumlah wilayah, masyarakat mengeluhkan paket makanan yang dinilai jauh dari kata layak untuk anggaran delapan ribu rupiah per porsi
Satu buah pisang, satu bungkus roti tape, dan sebutir telur rebus. Inilah item menu Makan Bergizi Gratis yang diterima siswa di salah satu titik distribusi baru-baru ini.
Unggahan menu tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari netizen maupun orang tua siswa. Masyarakat menyangsikan apakah kombinasi makanan ini benar-benar menghabiskan biaya delapan ribu rupiah per porsi sesuai ketetapan pemerintah.
Seorang warga yang juga merupakan wali murid pada salah satu jenjang sekolah, yang hanya ingin disebut dengan inisial "K.M", menganggap anggaran menu hari itu tidak sesuai dengan rincian ketentuan anggaran pemerintah
"Kalau dihitung-hitung secara kasar di pasar, telur itu paling dua ribu, pisang seribu, roti tape mungkin dua ribu. Jadi totalnya cuma lima ribu. Lalu sisanya tiga ribu itu ke mana? " Ujarnya
"Kami berharap anak-anak dapat menu yang seimbang, ada nasi dan sayurnya, tapi sehubung ini sudah ketentuan selama bulan puasa, mau gimana lagi" Sambungnya
Secara matematis, jika anggaran dipatok senilai Rp8.000,00, masyarakat berekspektasi adanya komponen protein, karbohidrat, dan serat yang lebih cukup. Munculnya menu "ringan" seperti roti tape dan telur rebus ini dinilai tidak memenuhi standar kecukupan gizi untuk tumbuh kembang anak yang menjadi tujuan utama program ini.
Selain itu, ia mengeluhkan menu makanan yang monoton, dipandang perlu untuk konsultasi bersama terkait usulan menu yang diminati para siswa atau penerima program sebelum distribusi pada tiap hari nya
Menanggapi persoalan itu, RISKA ISMADEWI Kepala SPPG Dapur Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, menjelaskan bahwa persoalan tersebut merupakan masalah pada pemesanan kemudian pihaknya akan segera menambahkan menu yang kurang pada hari sebelumnya
"Terkait distribusi yang beredar itu sudah Clear dan tidak ada masalah lagi. Bahkan kami pihak dapur didampingi yayasan, ahli gizi, bhabinsa bahkan ada media juga kemarin sudah datang ke sekolah untuk klarifikasi" Ujarnya (27/02/2026)
"Alhamdulillah pihak sekolah tidak ada masalah dan menyambut baik kedatangan kami. Justru pihak sekolah malah tidak tahu. Itu hanya ada kekeliruan sedikit saja terkait menu, bukan berarti dengan sengaja tetapi karna ada sedikit masalah di pemesanan pada hari itu. Jadi menu yang kurang langsung kami ganti dan tambahkan di hari jumat" Sambungnya
Ia juga menyampaikan bahwa selain kepada SMAN 1 Penengahan, pihaknya telah berkoordinasi terhadap sekolahan lain pada setiap jenjang dengan berupaya menambahkan menu yang kurang pada hari jum'at
(Ben)