Target Lampaui 2025, Wakil Bupati Syaiful Anwar Dorong Transformasi "Beranda Sumatera" Demi Dongkrak PAD
LAMPUNG SELATAN – Wakil Bupati Lampung Selatan, Syaiful Anwar, memberikan sinyal kuat mengenai arah kebijakan pembangunan daerah usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Lampung Selatan Pada Rabu (15/4/2026).
Saat wawancara, Syaiful menegaskan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2025 telah mencapai target yang ditetapkan, namun ia menolak untuk berpuas diri.
Menatap tahun anggaran 2026, Syaiful memasang standar tinggi. Ia menuntut adanya lompatan kinerja yang jauh lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya.
Bukan sekadar formalitas, Syaiful Anwar menekankan bahwa kesuksesan tahun 2026 bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meruntuhkan ego sektoral dan bekerja beriringan dengan legislatif.
"Kinerja harus maksimal. Kita butuh kolaborasi di semua lini, baik eksekutif maupun legislatif, untuk bersama-sama meningkatkan kinerja demi kepentingan masyarakat Lampung Selatan," tegasnya
Satu poin krusial yang menjadi sorotan tajam adalah minimnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Syaiful Anwar tidak menampik realita tersebut. Ia mengakui adanya anomali data angka kunjungan wisatawan memang tinggi, namun dampaknya terhadap kantong daerah sangat minim.
Penyebab utamanya adalah bahwa Lampung Selatan selama ini hanya menjadi jalur perlintasan (transit). Wisatawan sekadar numpang lewat tanpa membelanjakan uang mereka di Bumi Khagom Mufakat.
Untuk memutus rantai kerugian tersebut, Syaiful membeberkan strategi revolusioner. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berencana mengubah citra daerah dari sekadar Gerbang Sumatera menjadi Beranda Sumatera.
Apa perbedaannya?
1. Gerbang: Hanya dilewati untuk masuk ke wilayah lain.
2. Beranda: Menjadi ruang tamu yang nyaman di mana orang ingin berhenti, duduk, dan menetap lebih lama.
"Kita dorong Lampung Selatan menjadi Beranda Sumatera agar wisatawan mau singgah. Target utama kita bukan lagi sekadar kunjungan tinggi, tapi bagaimana membuat pengunjung mau tinggal (stay). Dengan begitu, perputaran ekonomi akan terjadi, PAD meningkat, dan pengusaha lokal pun akan terdampak secara langsung," pungkasnya.
Langkah berani ini diprediksi akan menjadi babak baru bagi wajah pariwisata Lampung Selatan. Kini, publik menanti sejauh mana jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu menerjemahkan visi "Beranda Sumatera" ini menjadi aksi nyata di lapangan.
(Ben)