Sekda Supriyanto "Ngamuk" Soal Kebersihan: Jangan Bersih Cuma Pas Ada Kunjungan

Sekda Supriyanto "Ngamuk" Soal Kebersihan: Jangan Bersih Cuma Pas Ada Kunjungan

LAMPUNG SELATAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, memberikan peringatan keras kepada seluruh instansi pemerintah. Dalam sidak maraton di sejumlah fasilitas publik, Selasa (28/4/2026), ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan panggung sandiwara yang hanya dipoles saat ada kunjungan pejabat, melainkan harga mati yang wajib jadi budaya. 

Didampingi jajaran pejabat teras, mulai dari Staf Ahli hingga Kepala Dinas, Sekda Supriyanto menguliti kesiapan Puskesmas Way Urang dan SD Negeri 3 Way Urang. Tak main-main, titik-titik ini masuk dalam radar Program Lampung Selatan HELAU besutan Bupati Radityo Egi Pratama.

"Ingat, lokasi ini akan dinilai setiap hari Senin, seminggu sekali, Jangan coba-coba bersih hanya karena saya datang. Kebersihan harus konsisten" tegas Supriyanto dengan nada bicara penuh penekanan.

Bukan sekadar formalitas, Sekda memelototi setiap sudut area publik. Standar "HELAU" yang ia tuntut meliputi:

Detail Ruangan: Kamar mandi, teras, hingga halaman harus kinclong.

Drainase: Saluran air (siring) tidak boleh ada sampah yang menyumbat.

Sampah: Pengelolaan harus tuntas di tempat, bukan cuma pindah lokasi tapi tetap mencemari.

Sekda Supriyanto juga memberikan instruksi "pedas" terkait penghijauan. Ia melarang keras penggunaan bahan kimia untuk membasmi rumput karena merusak tanah.

"Gunakan cara manual, Jangan malas! Tanah harus tetap sehat agar lingkungan asri," serunya. Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada lagi aksi tebang pohon sembarangan demi estetika instan.

Dalam upaya melibatkan rakyat, Supriyanto meminta anak buahnya berhenti menggunakan istilah teknis yang membingungkan.

"Jangan cuma pakai bahasa organik atau non-organik. Pakai bahasa yang dimengerti rakyat. Edukasi mereka soal sampah dengan cara yang membumi," Tegasnya.

Sidak ini menjadi sinyal kuat bahwa Program Lampung Selatan HELAU bukan sekadar pajangan administratif, melainkan revolusi perilaku untuk menciptakan Bumi Khagom Mufakat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pejabat yang lalai, Siap-siap kena evaluasi setiap pekan. 

(***)