Jati Agung Diguyur Anggaran Fantastis! Bupati Egi Tegaskan Sinergi Rakyat Kunci Pembangunan

Jati Agung Diguyur Anggaran Fantastis! Bupati Egi Tegaskan Sinergi Rakyat Kunci Pembangunan

LAMPUNG SELATAN – Gebrakan di hari kedua Safari Ramadan 1447 H, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memboyong jajaran pejabat teras menyambangi Masjid Miftahul Huda, Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Rabu (25/2/2026). Bukan sekadar seremonial, momen ini menjadi panggung penegasan bahwa rakyat bukan penonton, melainkan aktor utama pembangunan.

Dalam orasi singkatnya, Bupati Egi menekankan bahwa kehadiran seluruh jajaran Pemkab hingga Forkopimda bertujuan untuk meruntuhkan sekat antara pemimpin dan warga.

“Pembangunan itu nol besar tanpa sinergi dan rasa memiliki dari masyarakat. Safari Ramadan ini adalah ruang dialog untuk memastikan arah kebijakan kita benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tegas Egi di hadapan tokoh agama dan masyarakat Jati Agung.

Fakta menarik terungkap dalam pertemuan ini. Jati Agung rupanya menempati posisi strategis sebagai penerima anggaran terbesar ketiga di Lampung Selatan, membayangi Kalianda dan Natar.

Tak main-main, pada tahun 2025 saja, dana jumbo lebih dari Rp24 miliar telah digelontorkan. Anggaran ini difokuskan untuk "memoles" wajah infrastruktur wilayah tersebut, meliputi:

Perbaikan Jalan: Total sepanjang 35,7 kilometer.

Fasilitas Pendukung: Pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 2 kilometer.

Egi tidak ingin Lampung Selatan hanya megah secara fisik. Ia menginstruksikan seluruh Kepala Desa untuk tancap gas menggerakkan ekonomi akar rumput.

Sektor UMKM: Kerajinan khas seperti Sulam Usus dan Tapis didorong untuk naik kelas ke pasar yang lebih luas.

Penguatan Lembaga: BUMDesa dan Koperasi Desa Merah Putih diwajibkan menjadi mesin utama penggerak ekonomi lokal.

Menutup agenda, Pemkab Lampung Selatan memberikan bantuan konkret berupa dana hibah senilai Rp15 juta untuk kemakmuran Masjid Miftahul Huda. Selain itu, puluhan paket sembako disalurkan langsung kepada anak-anak yatim piatu di wilayah setempat sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.

Melalui Safari Ramadan ini, duet kepemimpinan Lampung Selatan ingin membuktikan bahwa pembangunan yang sukses adalah pembangunan yang dirasakan langsung di meja makan dan kenyamanan mobilitas warga.

(***)