Demokrat "Semprot" Sektor Pariwisata Lamsel, Soroti Angka PDB yang Masih "Tiarap"

Demokrat "Semprot" Sektor Pariwisata Lamsel, Soroti Angka PDB yang Masih "Tiarap"
Jenggis Khan Haikal saat menyerahkan lampiran pandangan umum Fraksi Demokrat Kepada Pimpinan Rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Fraksi Demokrat Lampung Selatan, Jenggis Khan Haikal, memberikan catatan kritis dalam Pandangan Umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Meski mengapresiasi capaian kinerja Pemkab yang menyentuh angka 90%, Demokrat menilai ada "lubang besar" di sektor pariwisata yang harus segera ditambal.

Berikut adalah poin-poin yang menjadi sorotan utama:

PDB "Stuck" di 1,27%: Potensi Emas Belum Tergali!

Fraksi Demokrat membongkar data mengejutkan terkait kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Lampung Selatan yang masih jalan di tempat di angka 1,27%. Jenggis Khan menegaskan bahwa angka ini adalah bukti nyata bahwa potensi ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata, belum digarap secara optimal oleh pemerintah daerah. (31/03/2026) 

Fenomena "Wisatawan Lewat": Cuma Betah 2 Jam!

Sorotan tajam tertuju pada durasi kunjungan wisatawan di Lampung Selatan. Mirisnya, rata-rata pelancong hanya bertahan selama 2 hingga 3 jam saja sebelum akhirnya memilih menginap di Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut menjadi kerugian besar bagi pemerintah daerah lamsel, Wisatawan cuma numpang lewat, uangnya lari ke daerah tetangga. Akibatnya, PAD Lampung Selatan gagal meroket!

Gandeng Danantara: Strategi "Hulu ke Hilir"

Sebagai solusi konkret, Fraksi Demokrat mendukung langkah Pemkab Lampung Selatan dalam memperkuat kemitraan strategis dengan menggandeng Danantara. Kerjasama ini diharapkan mampu membenahi sektor pariwisata secara total, mulai dari infrastruktur hingga manajemen pengelolaan yang lebih profesional.

Pariwisata Berbasis Budaya: Kunci Lawan Persaingan

Bukan sekadar membangun fisik, Demokrat menekankan pentingnya sentuhan budaya dan kreativitas lokal. Kawasan pesisir Kalianda didorong untuk menjadi destinasi yang memiliki "nyawa" dan karakter khas.

Target: Meningkatkan durasi menginap wisatawan.

Strategi: Melibatkan generasi muda dalam ekonomi kreatif berbasis budaya.

Closing Statement

Fraksi Demokrat menegaskan bahwa penguatan sektor wisata bukan sekadar "pemanis" pembangunan, melainkan senjata utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Daerah untuk membuktikan apakah mereka mampu mengubah Lampung Selatan dari sekadar tempat perlintasan menjadi destinasi unggulan kelas dunia.