Bupati Egi Resmikan Jalan Lubuk Dalam-Way Urang, Penantian 28 Tahun Warga Kalianda Terbayar

Bupati Egi Resmikan Jalan Lubuk Dalam-Way Urang, Penantian 28 Tahun Warga Kalianda Terbayar

LAMPUNG SELATAN – Angin segar berhembus kencang bagi warga Kecamatan Kalianda! Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, resmi memutus rantai penderitaan warga dengan meresmikan ruas jalan Lubuk Dalam-Way Urang pada Selasa (21/4/2026). Jalan sepanjang 1.075 meter ini kini menjadi "jalur sutra" baru yang menghidupkan urat nadi ekonomi dan pariwisata lokal

Bukan sekadar pengaspalan biasa, pembangunan jalan ini merupakan langkah strategis Bupati Egi untuk menyulap Kawasan Wisata Batu Rame menjadi magnet wisatawan yang lebih perkasa. Infrastruktur jempolan ini diyakini akan mempercepat konektivitas dan mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Alhamdulillah, jalan ini sudah bisa dinikmati rakyat! Kami ingin kunjungan wisata meledak sehingga kantong masyarakat sekitar ikut menebal. Ini komitmen nyata kami" tegas Bupati Egi 

Dibalik mulusnya jalan saat ini, tersimpan cerita pilu. Dedek, salah satu warga setempat, mengungkap fakta mengejutkan bahwa jalan tersebut telah hancur lebur sejak tahun 1998 tanpa perhatian serius. Selama hampir tiga dekade, warga harus berjibaku dengan debu dan lubang.

"Dulu rusak parah sejak 1998. Tapi sekarang, sejak jalan ini mulus, pengunjung pantai makin ramai dan dagangan kami laris manis" seru Dedek dengan wajah sumringah.

Meski sukses menghadirkan jalan berkualitas, orang nomor satu di Lampung Selatan ini memberikan pesan menohok bagi seluruh warga. Ia meminta masyarakat pasang badan untuk merawat aset berharga ini agar tidak cepat rusak dimakan waktu.

"Saya titip jalan ini. Jaga baik-baik! Jangan sampai manfaatnya hanya sesaat. Kita ingin ini dinikmati dalam jangka panjang," tambahnya.

Peresmian ini menjadi bukti sahih bahwa Pemkab Lampung Selatan di bawah komando Radityo Egi Pratama tengah "gas pol" dalam urusan pembangunan. Fokus utamanya jelas: Konektivitas Wilayah dan Kesejahteraan Rakyat adalah Harga Mati

Setelah jalur wisata, warga kini berharap pembangunan terus merangsek masuk hingga ke area pemukiman terdalam agar manfaat "Lampung Selatan Maju" dirasakan secara merata.

(***)