422 WBP Lapas Kalianda Disiram Remisi HUT ke-81 RI, 6 Napi Langsung Bebas
LAMPUNG SELATAN — Suasana haru dan suka cita menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda. Tepat di hari sakral peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 422 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapat "tiket emas" berupa pengurangan masa hukuman alias remisi.
Lebih menggembirakannya lagi, enam orang di antaranya langsung menghirup udara bebas dan menatap pintu kebebasan setelah resmi menerima Remisi Umum II (RU II)
Penyerahan remisi spektakuler ini dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di panggung megah Amphitheater Menara Siger, Kecamatan Bakauheni, Senin (17/8/2026).
Berdasarkan data dari Lapas Kalianda, dari total 422 narapidana yang beruntung:
416 orang diganjar Remisi Umum I (RU I) – pengurangan sebagian masa tahanan.
6 orang diganjar Remisi Umum II (RU II) – langsung bebas hari ini juga.
Mewakili Kalapas Kelas IIA Kalianda, Kasubseksi Registrasi I Made Suamba menegaskan bahwa remisi bukan sekadar hadiah cuma-cuma, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kedisiplinan dan perubahan positif para napi selama digembleng dalam program pembinaan.
"Momentum 17 Agustus adalah momen paling ditunggu. Lewat perilaku baik dan keaktifan dalam program pembinaan, mereka berhak mendapatkan pengurangan masa pidana," seru I Made Suamba bersemangat.
Ia berharap, kado kemerdekaan ini bisa menjadi pelejit motivasi bagi ratusan narapidana lainnya untuk terus menaati aturan, berkelakuan terpuji, dan bersungguh-sungguh memperbaiki diri.
Bukan cuma soal potong masa tahanan, remisi ini membawa arti emosional yang luar biasa bagi keluarga WBP. Pengurangan hukuman berarti waktu berkumpul kembali dengan keluarga tercinta menjadi jauh lebih cepat.
Di balik dinginnya jeruji besi, semangat kemerdekaan membuktikan bahwa kesempatan untuk berubah selalu terbuka bagi siapa saja. Bekal kepribadian dan kemandirian yang ditempa di dalam lapas diharapkan menjadi senjata ampuh bagi para mantan narapidana saat kembali berintegrasi di tengah masyarakat nanti.