ZULKIFLI HASAN KOBARKAN SEMANGAT KEMANDIRIAN BANGSA
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melontarkan pernyataan penuh semangat yang membakar optimisme nasional. Di tengah berbagai tantangan besar sektor pangan dan kemandirian bangsa, ia menegaskan bahwa rintangan bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan momentum krusial untuk berbenah dan meruntuhkan batasan "mustahil".
Menko Pangan mengibaratkan tekad besar mewujudkan ketahanan pangan nasional hari ini dengan semangat heroik para pahlawan kemerdekaan tempo dulu.
"Sebuah perjuangan yang sering dipatahkan dengan kata tidak mungkin. Tapi ketika kita satukan perjuangan, menjadi mungkin," Ujar Zulkifli Hasan dalam akun medsos resminya
Ia mengenang kembali bagaimana sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan sempat dianggap sebagai khayalan belaka oleh kaum skeptis. Namun, persatuan seluruh elemen bangsa terbukti sanggup membalikkan keadaan dan mengubah kemustahilan menjadi kenyataan sejarah.
Dalam pandangannya, berbagai kendala teknis maupun struktural di lapangan saat ini tidak boleh dibaca sebagai sinyal kegagalan. Sebaliknya, hambatan implementasi harus dipandang sebagai alarm positif untuk melakukan perbaikan secara masif dan terstruktur.
Bukan Hambatan Mutlak: Berbagai kendala di lapangan adalah sinyal untuk berbenah, bukan tanda kendala program yang mustahil terwujud.
Kemandirian Pangan: Cita-cita besar kemandirian bangsa di sektor pangan dan strategis lainnya diyakini mampu tercapai mutlak melalui konsolidasi kekuatan bersama.
Zulkifli Hasan juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat, akademisi, dan pengamat yang konsisten mengawal jalannya kebijakan pemerintah. Segala bentuk kritik tajam, masukan konstruktif, doa, serta dukungan moral dinilai sebagai energi vital penggerak roda perubahan.
"Semua itu adalah bagian dari perjuangan bersama menuju mungkin," tambahnya.
Di pengujung pernyataannya, Menko Pangan memanjatkan doa agar setiap langkah kebijakan dan ikhtiar kolektif bangsa senantiasa mendapat ridha serta bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.
Ikhtiar jangka panjang ini disematkan demi mewujudkan trilogi cita-cita proklamasi yang seutuhnya:
Indonesia yang mandiri secara ekonomi dan pangan.
Indonesia yang berdaulat secara mutlak di kancah global.
Indonesia yang sejahtera bagi seluruh rakyatnya.
(Ben)