Pemdes Padan Putar Otak Godok Prioritas Pembangunan 2027

Pemdes Padan Putar Otak Godok Prioritas Pembangunan 2027

LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Desa (Pemdes) Padan sukses menggulirkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 yang dipusatkan di Aula Kantor Desa Padan pada Rabu (16/9/2026). Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang merosot tajam hingga 50 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pemdes dipaksa bergerak taktis menyaring prioritas pembangunan yang benar-benar mendesak.

Sekretaris Desa Padan, Khoirunsyah, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran jalannya forum strategis tersebut. Menurutnya, Musrenbangdes kali ini dihadiri oleh lintas sektoral mulai dari unsur kecamatan, Korhut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB), sektor kesehatan, KUPT, Dinas Pekerjaan Umum (PU), hingga perwakilan perpajakan.

Menghadapi realitas pemotongan anggaran yang drastis, pihak desa tidak bisa mengakomodasi seluruh usulan warga. Melalui mekanisme penyaringan ketat yang bersumber dari Musyawarah Dusun (Musdus), pemdes fokus menyasar wilayah-wilayah yang selama ini luput dari sentuhan pembangunan.

Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan skala urgensi, berikut deretan proyek prioritas tahun 2027 yang wajib dikawal:

Pembangunan rabat beton di Pekon Taman Saka serta perbaikan rabat beton lapangan olahraga demi memulihkan fasilitas publik pemuda yang sudah rusak parah.

Pembangunan sarana penampungan air bersih di Pekon Way Derok yang dinilai mendesak dan sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

Pembangunan rabat beton kali besar guna mempermudah aktivitas warga termasuk kebutuhan mandi, serta membuka akses jalan baru yang selama ini masih berupa jalur bebatuan terjal.

Disinggung soal tantangan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD), Khoirunsyah menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti asalkan komunikasi antar-lini tetap terjaga solid.

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi publik, pemdes memastikan seluruh rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAB) yang telah disusun akan dipublikasikan secara terbuka.

"Kendala tidak ada yang penting kita saling berkomunikasi. Kita lihat di RAB yang sudah dibuat, dan tentunya ada banner informasi yang dipasang agar bisa dilihat secara umum oleh masyarakat," tegas Khoirunsyah.

Menutup agenda penting tersebut, Khoirunsyah menitipkan pesan krusial kepada seluruh elemen masyarakat Desa Padan. Mengingat kapasitas fiskal dan Dana Desa (DD) yang mengalami penyusutan hingga setengahnya, ia meminta pengertian warga apabila belum semua aspirasi dapat direalisasikan pada tahun 2027.

"Kalau memang dari berbagai usulan ada yang belum tercover, artinya mohon dimaklumi karena memang Dana Desa kita belum bisa mengakomodasi semuanya sekaligus. InsyaAllah, usulan yang tertunda akan segera kita tindak lanjuti pada tahun-tahun anggaran berikutnya," pungkasnya.