Mutasi Kejari Lampung Selatan: Suci Wijayanti Pamit ke Cianjur, Ibnu Firman Siap Tancap Gas

Mutasi Kejari Lampung Selatan: Suci Wijayanti Pamit ke Cianjur, Ibnu Firman Siap Tancap Gas

LAMPUNG SELATAN — Suasana penuh kehangatan dan keharuan mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Selatan yang digelar di Kantor Bupati pada Kamis, (13/8/2026). 

Estafet kepemimpinan Korps Adhyaksa di tanah Khagom Mufakat kini resmi berganti. Suci Wijayanti, yang sukses menakhodai Kejari Lampung Selatan sebelumnya, mendapat amanah baru sebagai Kajari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Posisi panas tersebut kini resmi diemban oleh Ibnu Firman Ide Amin sebagai nakhoda baru.

Dalam sesi wawancara, Suci menegaskan bahwa seluruh pekerjaan rumah, terutama penanganan tindak pidana korupsi, tuntas ditindaklanjuti tanpa sisa. Ia juga melontarkan pujian tinggi untuk sang pengganti yang dikenal memiliki rekam jejak mentereng.

"Semua penanganan tindak pidana korupsi sudah kami tindaklanjuti. Saya sangat yakin kepada Bapak Kajari yang baru, beliau adalah senior yang betul-betul sangat 'kolosal' di bidang pidana korupsi dengan segudang prestasi. Saya yakin penanganan perkara ke depan akan semakin meningkat, dan rekan-rekan media akan semakin nyaman bersinergi." ujar Suci

Saat ditanya momen paling emosional selama bertugas di Lampung Selatan, Suci tanpa ragu menyebut kasus Mbah Mujiran sebagai lembaran paling berkesan yang memberikan banyak arti hidup dan profesionalitas hukum baginya.

"Banyak pelajaran berharga agar ke depan saya bisa lebih tajam memandang hukum dari berbagai macam sisi," ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Lampung Selatan yang baru, Ibnu Firman Ide Amin, langsung memasang mode siaga sejak hari pertama bertugas. Ia menegaskan bakal langsung memetakan berbagai persoalan hukum di wilayah teritorialnya. 

"Sebagai Kajari Lamsel yang baru terhitung satu hari, langkah awal saya tentu melakukan inventarisasi seluruh permasalahan hukum yang ada di wilayah hukum Kejari Lampung Selatan," tegas Ibnu.

Tak lupa, ia memastikan bakal melanjutkan dan menggenjot seluruh program gemilang yang telah dirintis pendahulunya. Dalam hal penegakan hukum, Ibnu berkomitmen membawa wajah kejaksaan yang humanis, mengedepankan keadilan restoratif (restorative justice), serta berpijak teguh pada nurani.

"Apa yang sudah dilakukan Ibu Suci tentu akan saya lanjutkan dan tingkatkan. Penegakan hukum tetap mengedepankan humanis, restoratif, dan berdasarkan hati nurani. Karena keadilan itu tidak ada di dalam buku, melainkan ada di dalam hati kita para penegak hukum. Tujuan akhirnya jelas: kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan hukum" pungkasnya.

(Ben)