Masyarakat Adat Lampung dan Pemuda Nahdliyin Gelar Munajat Akbar di Makam Khatu Menangsi Sukseskan Muktamar NU ke-35

Masyarakat Adat Lampung dan Pemuda Nahdliyin Gelar Munajat Akbar di Makam Khatu Menangsi Sukseskan Muktamar NU ke-35

LAMPUNG SELATAN – Getaran spiritual dan khidmat menyelimuti kawasan Makam Khatu Menangsi, Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, pada Kamis malam (21/8/2026). Puluhan masyarakat adat Lampung bersama barisan pemuda Nahdliyin tumpah ruah melaksanakan munajat doa bersama dan sholawatan akbar demi menyukseskan perhelatan besar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur.

Acara sakral yang memadukan kekuatan tradisi dan religiusitas ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan elemen strategis. Turut hadir dalam barisan tamu undangan antara lain Keluarga Besar Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Lampung, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Lampung, Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Lampung, Perwakilan Kodam Raden Intan Lampung, Anggota Komisioner Bawaslu Lampung Selatan, Camat Penengahan, Kapolsek Penengahan beserta jajaran, hingga pihak KUA Penengahan. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kuatnya soliditas antara umara, ulama, pemuda, dan masyarakat adat dalam mengawal hajat besar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

M. Yusuf Kurniawan, Ketua PKC PMII Lampung mengungkapkan bahwa kegiatan doa bersama di situs bersejarah Makam Khatu Menangsi ini merupakan wujud ikhtiar bathiniyah yang mendalam. Mengingat pada perhelatan Muktamar NU ke-34 sebelumnya Provinsi Lampung sukses bertindak sebagai tuan rumah dengan penuh khidmat dan barokah, estafet doa kini diteruskan oleh warga Nahdliyin Lampung untuk menyukseskan gelaran di Jawa Timur.

"Kita bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, memohon ridha dan syafaat Nabi Muhammad SAW, agar rangkaian Muktamar NU ke-35 di Provinsi Jawa Timur kelak berjalan dengan lancar, sukses, penuh khidmat, serta mampu melahirkan kebijakan dan program strategis yang menjadi katalisator kemajuan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkapnya

Suasana kebangsaan semakin terasa hangat tatkala Temenggung Tihang Marga, yang hadir mewakili Pangeran Cahya Marga selaku Saibatin Marga Ratu dari Keratuan Menangsi, menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa bangganya. Ia menyebut bahwa kehadiran para pemuda Nahdliyin yang menggelar majelis zikir dan doa di tanah leluhur memberikan energi positif tersendiri bagi masyarakat adat setempat.

"Pangeran Cahya Marga menitipkan salam hangat kepada seluruh yang hadir karena belum berkesempatan membersamai langsung akibat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. Kami di Keratuan Menangsi sangat bangga, terharu, dan mengapresiasi generasi muda Nahdliyin yang menginisiasi acara mulia ini demi kesuksesan Muktamar NU ke-35 di Jombang," ungkap Temenggung Tihang Marga.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan fasilitas dalam penyambutan, namun menegaskan harapan besar agar sinergi lintas elemen ini tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat adat dan generasi muda Islam merupakan fondasi kokoh untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia.

"Kami sangat bangga dan terharu. Mari terus bersinergi menjaga tradisi dan memajukan bangsa. Selagi untuk kebaikan bersama, masyarakat adat Keratuan Menangsi akan mendukung penuh langkah PMII dan pemuda NU," tegas Temenggung Tihang Marga.

Disisi lain, Budi Hadi Yunanto, Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung dalam sambutannya mengatakan Momentum silaturahmi ini juga diisi dengan refleksi historis mengenai kedekatan kaum santri dan nusantara dengan akar peradaban lokal. Dalam kilas balik sejarah, ditekankan pula bagaimana eksistensi kerajaan-kerajaan terdahulu di Lampung termasuk Keratuan Menangsi, merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan para founding fathers leluhur bangsa yang harus terus dijaga kelestariannya oleh generasi muda melalui prinsip merawat tradisi lama yang baik (al-muhafadhoh 'ala qodimis sailih) sambil mengadopsi tradisi baru yang lebih baik.

Mengetahui PMII telah diangkon di Marga Ratu (Keratuan Menangsi) dalam momen tersebut terselip harapan hangat Budi Hadi Yunanto agar ikatan kekeluargaan semakin erat, di mana elemen pemuda NU seperti Ansor diharapkan dapat di-angkon (diangkat) sebagai anak juga di Keratuan Menangsi.

Kedekatan emosional ini semakin dikukuhkan tatkala Sekretaris ISNU Provinsi Lampung, Iswanto Ibra, menyampaikan pandangannya. Iswanto mengungkapkan rasa syukurnya dapat bersilaturahmi dan berziarah ke Makam Ratu Menangsi, tempat di mana para pemimpin spiritual dan leluhur bersemayam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Jika sebelumnya sahabat-sahabat PMII telah diangkat sebagai anak di Marga Ratu, dan Ansor juga demikian berkeinginan di angkon sebagai anak, sehingga saya pribadi selaku Sekretaris ISNU juga memohon untuk di-'angkon' (diangkat) sebagai saudara dan menjadi bagian dari keluarga besar Keratuan Menangsi secara lahir dan batin," tutur Iswanto Ibra

"Harapan besar disematkan agar Muktamar NU ke-35 di Jombang mendatang dapat berjalan dengan aman, tertib, damai, serta melahirkan kepemimpinan yang adil dan amanah dalam membawa Nahdlatul Ulama senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya." Tutupnya

Rangkaian kegiatan malam tersebut ditutup panitia dan seluruh jamaah dengan memanjatkan doa bersama agar munajat yang dilangsungkan di Makam Khatu Menangsi dapat diijabah oleh Allah SWT.

(Ben)