Bupati Lamsel Radityo Egi 'Sentil' ASN dan Anak Muda: Pakai AI atau Tergantikan
LAMPUNG SELATAN – Gebrakan anyar datang dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mempercepat transformasi digital, Bupati Egi mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga pendidik, hingga generasi muda di wilayahnya untuk mulai "bersahabat" dan membiasakan diri menggunakan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).
Pesan menohok ini disampaikan langsung oleh Bupati Egi saat membuka Workshop "Future Readiness in Education: Be Ready Today, Lead Tomorrow" di Aula Kebangsaan Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Penengahan, Selasa (4/8/2026).
Dalam forum bergengsi bertema "Demonstration of AI Habit of Practice for the Transformation of Education and Leadership in Indonesia" tersebut, Egi menegaskan bahwa arus teknologi tidak bisa dilawan, melainkan harus ditunggangi.
"Saya percaya AI tidak dapat menggantikan manusia. Tetapi manusia yang tidak memanfaatkan AI berpotensi tergantikan. Karena itu, kita harus bersahabat dengan AI dan menjadikannya sebagai alat untuk meningkatkan kualitas kerja, bukan untuk ditakuti," tegas Egi di hadapan para peserta.
Tak sekadar wacana, Bupati Egi bahkan mengaku sudah menginstruksikan seluruh ASN di Pemkab Lampung Selatan untuk menyuntikkan efisiensi AI dalam tugas harian mereka. Tujuannya jelas: menciptakan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih responsif, efektif, dan adaptif bagi publik.
Acara yang menjadi gebrakan perdana di Lampung Selatan ini tak main-main. Workshop ini menghadirkan pakar kelas dunia, Assoc. Prof. Dr. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura.
Sederet tokoh penting pun turut memadati lokasi, di antaranya:
- Zita Anjani (Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata)
- Rustono Farady Marta (Rektor UIM)
- Toto Priyana (Project Development Officer Yayasan Battuta Bangun Negeri)
- Jajaran akademisi serta pemangku kepentingan daerah.
Egi mengingatkan bahwa di era yang bergerak serba cepat ini, sekadar bertahan atau adaptasi saja tidak cukup. Anak muda dan dunia pendidikan harus berani memicu inovasi.
Meski AI mampu menjawab berbagai persoalan teknis, Egi menekankan bahwa nilai inti manusia tidak akan pernah bisa direbut oleh mesin.
"Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. AI dapat membantu kita menemukan berbagai jawaban, namun kreativitas, empati, dan kepemimpinan tetap menjadi kekuatan utama manusia," pungkasnya.
Lewat kolaborasi ini, Pemkab Lampung Selatan optimistis mampu mencetak ekosistem pendidikan dan SDM unggul yang siap tempur di era digital—tanpa kehilangan kehilangan sisi kemanusiaan.