Masyarakat Adat Lampung Bersama Organisasi Pemuda Nahdliyin Gelar Munajat dan Doa Bersama demi Kesuksesan Muktamar NU Ke-35
LAMPUNG SELATAN — Menyongsong perhelatan akbar Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, Masyarakat Adat Lampung bersama sejumlah organisasi pemuda Nahdliyin menggelar kegiatan akbar bertajuk "Munajat, Doa Bersama dan Shalawatan Sukseskan Muktamar NU Ke-35" yang diselenggarakan di Makam Khatu Menangsi, Lampung Selatan, pada Rabu, (20/8/2026) Mendatang.
Kegiatan sakral dan penuh khidmat ini mengusung tema besar: "Bersatu dalam doa, berjuang dalam karya, menyongsong masa depan NU untuk peradaban dunia." Agenda ini menjadi simbol kuat sinergi antara elemen kultural masyarakat adat setempat dengan berbagai badan otonom serta organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung.
Acara tersebut akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lintas sektor, di antaranya:
M. Yusuf Kurniawan selaku Ketua PKC PMII Lampung.
Panglima Alif Jaya selaku Panglima Perang Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.
Budi Hadi Yunanto selaku Ketua PW GP Ansor Lampung.
Iswanto Ibra selaku Sekretaris PW ISNU Lampung.
Kehadiran para tokoh ini mencerminkan komitmen bersama untuk menyatukan energi spiritual dan intelektual demi kelancaran serta kesuksesan Muktamar NU Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27–31 Agustus 2026.
Acara yang akan dimulai sejak pukul 18.30 WIB hingga selesai ini di isi dengan berbagai rangkaian kegiatan bermakna, meliputi:
Doa Bersama: Memohon kelancaran, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh rangkaian Muktamar NU Ke-35.
Shalawatan: Menggugah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengharapkan syafaat serta kedamaian bagi bangsa dan negara.
Diskusi Strategis: Membahas isu-isu krusial terkait Ekonomi, Lingkungan Hidup, dan Generasi Muda NU guna merumuskan kontribusi nyata pemuda dalam menghadapi tantangan peradaban global.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara Masyarakat Adat Lampung dan organisasi pemuda Nahdliyin diharapkan mampu memperkokoh persatuan umat, merawat tradisi lokal yang selaras dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta melahirkan gagasan-gagasan transformatif bagi kemajuan Nahdlatul Ulama di kancah nasional maupun internasional.
(Ben)